Logo Historydraft
null
12 peristiwa di linimasa ini
  1. Yunani Kuno

    Konflik

    323 SMKekaisaran Makedonia

    Setelah kematian Aleksander, kekaisarannya, setelah cukup banyak konflik, dibagi di antara para jenderalnya, yang menghasilkan Kerajaan Ptolemaik (Mesir dan Afrika Utara yang berdekatan), Kekaisaran Seleukia (Levant, Mesopotamia, dan Persia), dan dinasti Antigonid (Makedonia). Pada periode antara tersebut, polis-polis Yunani mampu merebut kembali sebagian kebebasan mereka, meskipun secara nominal masih tunduk pada Makedonia.

  2. Orang Aram

    Penaklukan Aleksander Agung dan dampaknya terhadap orang Aram

    323 SMSuriah

    Penaklukan Aleksander Agung menandai dimulainya era baru dalam sejarah seluruh Timur Dekat, termasuk wilayah yang dihuni oleh orang Aram.

  3. Baktria

    Bahasa Yunani adalah bahasa administrasi kerajaan Greco-Baktria

    323 SMTakhar, Afganistan

    Setelah penaklukan Baktria oleh Alexander Agung pada tahun 323 SM, selama sekitar dua abad bahasa Yunani menjadi bahasa administrasi penerus Helenistiknya, yaitu kerajaan Seleukia dan Greco-Baktria.

  4. Kerajaan Ptolemaik

    Perdiccas menunjuk Ptolemaios

    323 SMAleksandria, Mesir

    Perdiccas menunjuk Ptolemaios, salah satu sahabat terdekat Aleksander, untuk menjadi satrap Mesir. Ptolemaios memerintah Mesir sejak 323 SM, secara nominal atas nama raja bersama Filipus III dan Aleksander IV.

  5. Yunani Kuno

    Aleksander meninggal

    Jun, 323 SMBabilonia (Sekarang Irak)

    Pada tanggal 10 atau 11 Juni 323 SM, Aleksander meninggal di istana Nebukadnezar II, di Babilonia, pada usia 32 tahun.

  6. Kekaisaran Seleukia

    Kematian Alexander

    Jun, 323 SMBabilonia

    Alexander, yang dengan cepat menaklukkan Kekaisaran Persia di bawah dinasti Akhemeniyah terakhirnya, Darius III, meninggal di usia muda pada tahun 323 SM, meninggalkan kekaisaran luas dengan budaya yang terhelenisasi sebagian tanpa pewaris dewasa. Kekaisaran tersebut ditempatkan di bawah otoritas seorang wali yaitu Perdiccas, dan wilayah-wilayahnya dibagi di antara para jenderal Alexander, yang kemudian menjadi satrap, pada Pembagian Babilonia, semuanya terjadi pada tahun yang sama.

  7. Yunani Kuno

    Konflik

    323 SMKekaisaran Makedonia

    Setelah kematian Aleksander, kekaisarannya, setelah cukup banyak konflik, dibagi di antara para jenderalnya, yang menghasilkan Kerajaan Ptolemaik (Mesir dan Afrika Utara yang berdekatan), Kekaisaran Seleukia (Levant, Mesopotamia, dan Persia), dan dinasti Antigonid (Makedonia). Pada periode antara tersebut, polis-polis Yunani mampu merebut kembali sebagian kebebasan mereka, meskipun secara nominal masih tunduk pada Makedonia.

  8. Orang Aram

    Penaklukan Aleksander Agung dan dampaknya terhadap orang Aram

    323 SMSuriah

    Penaklukan Aleksander Agung menandai dimulainya era baru dalam sejarah seluruh Timur Dekat, termasuk wilayah yang dihuni oleh orang Aram.

  9. Baktria

    Bahasa Yunani adalah bahasa administrasi kerajaan Greco-Baktria

    323 SMTakhar, Afganistan

    Setelah penaklukan Baktria oleh Alexander Agung pada tahun 323 SM, selama sekitar dua abad bahasa Yunani menjadi bahasa administrasi penerus Helenistiknya, yaitu kerajaan Seleukia dan Greco-Baktria.

  10. Kerajaan Ptolemaik

    Perdiccas menunjuk Ptolemaios

    323 SMAleksandria, Mesir

    Perdiccas menunjuk Ptolemaios, salah satu sahabat terdekat Aleksander, untuk menjadi satrap Mesir. Ptolemaios memerintah Mesir sejak 323 SM, secara nominal atas nama raja bersama Filipus III dan Aleksander IV.

  11. Yunani Kuno

    Aleksander meninggal

    Jun, 323 SMBabilonia (Sekarang Irak)

    Pada tanggal 10 atau 11 Juni 323 SM, Aleksander meninggal di istana Nebukadnezar II, di Babilonia, pada usia 32 tahun.

  12. Kekaisaran Seleukia

    Kematian Alexander

    Jun, 323 SMBabilonia

    Alexander, yang dengan cepat menaklukkan Kekaisaran Persia di bawah dinasti Akhemeniyah terakhirnya, Darius III, meninggal di usia muda pada tahun 323 SM, meninggalkan kekaisaran luas dengan budaya yang terhelenisasi sebagian tanpa pewaris dewasa. Kekaisaran tersebut ditempatkan di bawah otoritas seorang wali yaitu Perdiccas, dan wilayah-wilayahnya dibagi di antara para jenderal Alexander, yang kemudian menjadi satrap, pada Pembagian Babilonia, semuanya terjadi pada tahun yang sama.