Logo Historydraft
null
4 peristiwa di linimasa ini
  1. Hugo Chávez

    Operasi Zamora

    Selasa Feb 4, 1992Caracas, Venezuela

    Chávez mulai bersiap untuk kudeta militer yang dikenal sebagai Operasi Zamora. Rencana tersebut melibatkan anggota militer yang menguasai lokasi militer dan instalasi komunikasi, kemudian menempatkan Rafael Caldera berkuasa setelah Pérez ditangkap dan dibunuh. Chávez menunda kudeta MBR-200, yang awalnya direncanakan untuk bulan Desember, hingga dini hari tanggal 4 Februari 1992. Pada tanggal tersebut, lima unit tentara di bawah komando Chávez bergerak ke pusat kota Caracas. Meskipun telah direncanakan selama bertahun-tahun, kudeta tersebut dengan cepat menemui masalah karena Chávez hanya menguasai kesetiaan kurang dari 10% militer Venezuela. Setelah berbagai pengkhianatan, pembelotan, kesalahan, dan keadaan tak terduga lainnya, Chávez dan sekelompok kecil pemberontak mendapati diri mereka bersembunyi di Museum Militer, tidak dapat berkomunikasi dengan anggota tim mereka yang lain. Pérez berhasil melarikan diri dari Istana Miraflores. Kemudian Chávez menyerahkan diri kepada pemerintah. Empat belas tentara tewas, dan lima puluh tentara serta sekitar delapan puluh warga sipil terluka selama kekerasan yang terjadi setelahnya.

  2. Revolusi Bolivarian

    Upaya kudeta 1992

    Selasa Feb 4, 1992Venezuela

    Simón Bolívar telah meninggalkan jejak yang bertahan lama dalam sejarah Venezuela khususnya dan Amerika Selatan pada umumnya. Sebagai taruna militer, Hugo Chávez adalah "seorang peraya kisah semangat Bolivarian". Chávez mengandalkan gagasan-gagasan Bolívar dan Bolívar sebagai simbol populer di kemudian hari dalam karier militernya saat ia menyusun gerakan MBR-200 miliknya yang akan menjadi kendaraan bagi upaya kudetanya pada tahun 1992.

  3. Hugo Chávez

    Operasi Zamora

    Selasa Feb 4, 1992Caracas, Venezuela

    Chávez mulai bersiap untuk kudeta militer yang dikenal sebagai Operasi Zamora. Rencana tersebut melibatkan anggota militer yang menguasai lokasi militer dan instalasi komunikasi, kemudian menempatkan Rafael Caldera berkuasa setelah Pérez ditangkap dan dibunuh. Chávez menunda kudeta MBR-200, yang awalnya direncanakan untuk bulan Desember, hingga dini hari tanggal 4 Februari 1992. Pada tanggal tersebut, lima unit tentara di bawah komando Chávez bergerak ke pusat kota Caracas. Meskipun telah direncanakan selama bertahun-tahun, kudeta tersebut dengan cepat menemui masalah karena Chávez hanya menguasai kesetiaan kurang dari 10% militer Venezuela. Setelah berbagai pengkhianatan, pembelotan, kesalahan, dan keadaan tak terduga lainnya, Chávez dan sekelompok kecil pemberontak mendapati diri mereka bersembunyi di Museum Militer, tidak dapat berkomunikasi dengan anggota tim mereka yang lain. Pérez berhasil melarikan diri dari Istana Miraflores. Kemudian Chávez menyerahkan diri kepada pemerintah. Empat belas tentara tewas, dan lima puluh tentara serta sekitar delapan puluh warga sipil terluka selama kekerasan yang terjadi setelahnya.

  4. Revolusi Bolivarian

    Upaya kudeta 1992

    Selasa Feb 4, 1992Venezuela

    Simón Bolívar telah meninggalkan jejak yang bertahan lama dalam sejarah Venezuela khususnya dan Amerika Selatan pada umumnya. Sebagai taruna militer, Hugo Chávez adalah "seorang peraya kisah semangat Bolivarian". Chávez mengandalkan gagasan-gagasan Bolívar dan Bolívar sebagai simbol populer di kemudian hari dalam karier militernya saat ia menyusun gerakan MBR-200 miliknya yang akan menjadi kendaraan bagi upaya kudetanya pada tahun 1992.