Tiglath-Pileser III adalah raja Asyur
Tiglath-Pileser III adalah raja terkemuka Asyur pada abad kedelapan SM (memerintah 745–727 SM) yang memperkenalkan sistem sipil, militer, dan politik yang maju ke dalam Kekaisaran Neo-Asyur.
Tiglath-Pileser III adalah raja terkemuka Asyur pada abad kedelapan SM (memerintah 745–727 SM) yang memperkenalkan sistem sipil, militer, dan politik yang maju ke dalam Kekaisaran Neo-Asyur.
Setelah masa pemerintahan Adad-nirari III, Asyur memasuki periode ketidakstabilan dan kemunduran, kehilangan kendali atas sebagian besar wilayah vasal dan tributernya pada pertengahan abad ke-8 SM, hingga masa pemerintahan Tiglath-Pileser III (745–727 SM). Ia menciptakan tentara profesional pertama di dunia, memperkenalkan bahasa Aram Kekaisaran sebagai lingua franca Asyur dan kekaisarannya yang luas, serta melakukan reorganisasi kekaisaran secara drastis. Tiglath-Pileser III menaklukkan hingga ke Mediterania Timur, membawa orang Yunani di Siprus, Fenisia, Yehuda, Filistia, Samaria, dan seluruh Aram di bawah kendali Asyur. Tidak puas hanya dengan menjadikan Babilonia sebagai negara vasal, Tiglath-Pileser menggulingkan rajanya dan menobatkan dirinya sebagai raja Babilonia. Reformasi kekaisaran, ekonomi, politik, militer, dan administratif Tiglath-Pileser III terbukti menjadi cetak biru bagi kekaisaran-kekaisaran masa depan, seperti kekaisaran Persia, Yunani, Romawi, Kartago, Bizantium, Arab, dan Turki.
Tiglath-Pileser III adalah raja terkemuka Asyur pada abad kedelapan SM (memerintah 745–727 SM) yang memperkenalkan sistem sipil, militer, dan politik yang maju ke dalam Kekaisaran Neo-Asyur.
Setelah masa pemerintahan Adad-nirari III, Asyur memasuki periode ketidakstabilan dan kemunduran, kehilangan kendali atas sebagian besar wilayah vasal dan tributernya pada pertengahan abad ke-8 SM, hingga masa pemerintahan Tiglath-Pileser III (745–727 SM). Ia menciptakan tentara profesional pertama di dunia, memperkenalkan bahasa Aram Kekaisaran sebagai lingua franca Asyur dan kekaisarannya yang luas, serta melakukan reorganisasi kekaisaran secara drastis. Tiglath-Pileser III menaklukkan hingga ke Mediterania Timur, membawa orang Yunani di Siprus, Fenisia, Yehuda, Filistia, Samaria, dan seluruh Aram di bawah kendali Asyur. Tidak puas hanya dengan menjadikan Babilonia sebagai negara vasal, Tiglath-Pileser menggulingkan rajanya dan menobatkan dirinya sebagai raja Babilonia. Reformasi kekaisaran, ekonomi, politik, militer, dan administratif Tiglath-Pileser III terbukti menjadi cetak biru bagi kekaisaran-kekaisaran masa depan, seperti kekaisaran Persia, Yunani, Romawi, Kartago, Bizantium, Arab, dan Turki.