Beberapa Anggota Tongmenhui Mengadvokasi Revolusi di Wilayah Sungai Yangtze
Pada Juli 1907, beberapa anggota Tongmenhui di Tokyo mengadvokasi revolusi di wilayah Sungai Yangtze.
Pada Juli 1907, beberapa anggota Tongmenhui di Tokyo mengadvokasi revolusi di wilayah Sungai Yangtze.
Pada 6 Juli 1907, Xu Xilin dari Guangfuhui memimpin pemberontakan di Anqing, Anhui, yang dikenal sebagai Pemberontakan Anqing. Xu Xilin pada saat itu adalah komisaris polisi sekaligus pengawas akademi kepolisian. Dia memimpin pemberontakan yang bertujuan untuk membunuh gubernur provinsi Anhui, En Ming. Mereka dikalahkan setelah empat jam pertempuran. Xu ditangkap, dan pengawal En Ming memotong jantung serta hatinya lalu memakannya. Sepupunya, Qiu Jin, dieksekusi beberapa hari kemudian.
Kematian Mylius-Erichsen menyelimuti seluruh ekspedisi, hasil-hasilnya tidak mendapatkan perhatian yang layak mereka terima.
Pada Juli 1907, beberapa anggota Tongmenhui di Tokyo mengadvokasi revolusi di wilayah Sungai Yangtze.
Pada 6 Juli 1907, Xu Xilin dari Guangfuhui memimpin pemberontakan di Anqing, Anhui, yang dikenal sebagai Pemberontakan Anqing. Xu Xilin pada saat itu adalah komisaris polisi sekaligus pengawas akademi kepolisian. Dia memimpin pemberontakan yang bertujuan untuk membunuh gubernur provinsi Anhui, En Ming. Mereka dikalahkan setelah empat jam pertempuran. Xu ditangkap, dan pengawal En Ming memotong jantung serta hatinya lalu memakannya. Sepupunya, Qiu Jin, dieksekusi beberapa hari kemudian.
Kematian Mylius-Erichsen menyelimuti seluruh ekspedisi, hasil-hasilnya tidak mendapatkan perhatian yang layak mereka terima.