Buku Pertama "The Story of the Malakand Field Force"
Churchill kembali ke Bangalore pada Oktober 1897 dan di sana menulis buku pertamanya, The Story of the Malakand Field Force, yang menerima ulasan positif. Ia juga menulis satu-satunya karya fiksi, Savrola, sebuah roman Ruritanian. Untuk menjaga dirinya tetap sibuk, Churchill menjadikan menulis sebagai apa yang disebut Roy Jenkins sebagai "kebiasaan utamanya", terutama selama karier politiknya ketika ia tidak menjabat. Itu adalah perlindungan utamanya terhadap depresi yang berulang, yang ia sebut sebagai "anjing hitamnya".
