Kematian Stresemann
Gustav Stresemann meninggal karena stroke pada 3 Oktober 1929 pada usia 51 tahun. Makamnya terletak di Pemakaman Luisenstadt di Südstern di Berlin Kreuzberg, dan mencakup karya pematung Jerman Hugo Lederer.
Gustav Stresemann meninggal karena stroke pada 3 Oktober 1929 pada usia 51 tahun. Makamnya terletak di Pemakaman Luisenstadt di Südstern di Berlin Kreuzberg, dan mencakup karya pematung Jerman Hugo Lederer.
Bursa saham di Amerika Serikat jatuh pada 24 Oktober 1929. Dampaknya di Jerman sangat mengerikan: jutaan orang kehilangan pekerjaan dan beberapa bank besar runtuh. Hitler dan NSDAP bersiap memanfaatkan keadaan darurat tersebut untuk mendapatkan dukungan bagi partai mereka. Mereka berjanji untuk membatalkan Perjanjian Versailles, memperkuat ekonomi, dan menyediakan lapangan kerja.
Kejatuhan Kamis Hitam (Black Thursday) di Bursa pada 24 Oktober 1929, dan kepanikan jual yang dimulai pada Selasa Hitam (Black Tuesday), 29 Oktober, sering disalahkan sebagai pemicu Depresi Besar. Dalam upaya untuk memulihkan kepercayaan investor, Bursa meluncurkan program lima belas poin yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan bagi masyarakat investor pada 31 Oktober 1938.
Kejatuhan Wall Street tahun 1929 dimulai. Saham kehilangan lebih dari 11% nilainya saat bel pembukaan. Sejarawan ekonomi biasanya menganggap katalis Depresi Besar adalah keruntuhan harga pasar saham AS yang tiba-tiba dan menghancurkan, dimulai pada 24 Oktober 1929.
Pasar mengalami pemulihan singkat.
Bursa Efek New York runtuh, Dow Jones ditutup turun lebih dari 12%.
Pemulihan satu hari.
Gustav Stresemann meninggal karena stroke pada 3 Oktober 1929 pada usia 51 tahun. Makamnya terletak di Pemakaman Luisenstadt di Südstern di Berlin Kreuzberg, dan mencakup karya pematung Jerman Hugo Lederer.
Bursa saham di Amerika Serikat jatuh pada 24 Oktober 1929. Dampaknya di Jerman sangat mengerikan: jutaan orang kehilangan pekerjaan dan beberapa bank besar runtuh. Hitler dan NSDAP bersiap memanfaatkan keadaan darurat tersebut untuk mendapatkan dukungan bagi partai mereka. Mereka berjanji untuk membatalkan Perjanjian Versailles, memperkuat ekonomi, dan menyediakan lapangan kerja.
Kejatuhan Kamis Hitam (Black Thursday) di Bursa pada 24 Oktober 1929, dan kepanikan jual yang dimulai pada Selasa Hitam (Black Tuesday), 29 Oktober, sering disalahkan sebagai pemicu Depresi Besar. Dalam upaya untuk memulihkan kepercayaan investor, Bursa meluncurkan program lima belas poin yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan bagi masyarakat investor pada 31 Oktober 1938.
Kejatuhan Wall Street tahun 1929 dimulai. Saham kehilangan lebih dari 11% nilainya saat bel pembukaan. Sejarawan ekonomi biasanya menganggap katalis Depresi Besar adalah keruntuhan harga pasar saham AS yang tiba-tiba dan menghancurkan, dimulai pada 24 Oktober 1929.
Pasar mengalami pemulihan singkat.
Bursa Efek New York runtuh, Dow Jones ditutup turun lebih dari 12%.
Pemulihan satu hari.