Rwigyema memimpin pasukan yang terdiri dari lebih dari 4.000 pemberontak dari Uganda, maju 60 km ke dalam Rwanda
Pada tahun 1980-an, sekelompok 500 pengungsi Rwanda di Uganda, yang dipimpin oleh Fred Rwigyema, bertempur bersama pemberontak National Resistance Army (NRA) dalam Perang Semak Uganda, yang menyaksikan Yoweri Museveni menggulingkan Milton Obote. Para tentara ini tetap berada di tentara Uganda setelah pelantikan Museveni sebagai presiden Uganda, namun secara bersamaan mulai merencanakan invasi ke Rwanda melalui jaringan rahasia di dalam jajaran tentara. Pada Oktober 1990, Rwigyema memimpin pasukan yang terdiri dari lebih dari 4.000 pemberontak dari Uganda, maju 60 km (37 mil) ke dalam Rwanda di bawah panji Front Patriotik Rwanda (RPF). Rwigyema tewas pada hari ketiga serangan, dan Prancis serta Zaire mengerahkan pasukan untuk mendukung tentara Rwanda, yang memungkinkan mereka memukul mundur invasi tersebut.
