Turing Bekerja Paruh Waktu dengan Government Code and Cypher School
eventSep, 1938placeLondon, Inggris
Sejak September 1938, Turing bekerja paruh waktu dengan Government Code and Cypher School (GC&CS), organisasi pemecah kode Inggris. Ia berkonsentrasi pada kriptanalisis Enigma bersama Dilly Knox, seorang pemecah kode senior di GC&CS.
Sejak September 1938, Turing telah bekerja paruh waktu dengan Government Code and Cypher School (GC&CS), organisasi pemecah kode Inggris. Ia berkonsentrasi pada kriptanalisis Enigma bersama Dilly Knox, seorang pemecah kode senior di GC&CS. Segera setelah pertemuan Warsawa pada Juli 1939 di mana Biro Kode Polandia memberikan rincian kabel rotor Enigma serta metode mereka dalam mendekripsi pesan kode Enigma kepada Inggris dan Prancis, Turing dan Knox mulai mengerjakan pendekatan yang lebih kuat terhadap masalah tersebut. Metode Polandia mengandalkan prosedur indikator yang tidak aman yang kemungkinan besar akan diubah oleh Jerman, yang memang mereka lakukan pada Mei 1940. Pendekatan Turing lebih umum, menggunakan dekripsi berbasis crib yang untuknya ia membuat spesifikasi fungsional bombe (peningkatan dari Bomba Polandia).
Pada 29 September, Hitler, Neville Chamberlain, Édouard Daladier, dan Mussolini menghadiri konferensi satu hari di Munich yang menghasilkan Perjanjian Munich, yang menyerahkan distrik Sudetenland kepada Jerman.
Hitler mulai menekan klaim Jerman atas Sudetenland, sebuah wilayah di Cekoslowakia dengan populasi mayoritas etnis Jerman. Segera setelah itu, Britania Raya dan Prancis mengikuti kebijakan penenangan Perdana Menteri Inggris Neville Chamberlain dan menyerahkan wilayah ini kepada Jerman dalam Perjanjian Munich, yang dibuat bertentangan dengan keinginan pemerintah Cekoslowakia, sebagai ganti janji tidak ada tuntutan wilayah lebih lanjut.
Turing Bekerja Paruh Waktu dengan Government Code and Cypher School
eventSep, 1938placeLondon, Inggris
Sejak September 1938, Turing bekerja paruh waktu dengan Government Code and Cypher School (GC&CS), organisasi pemecah kode Inggris. Ia berkonsentrasi pada kriptanalisis Enigma bersama Dilly Knox, seorang pemecah kode senior di GC&CS.
Sejak September 1938, Turing telah bekerja paruh waktu dengan Government Code and Cypher School (GC&CS), organisasi pemecah kode Inggris. Ia berkonsentrasi pada kriptanalisis Enigma bersama Dilly Knox, seorang pemecah kode senior di GC&CS. Segera setelah pertemuan Warsawa pada Juli 1939 di mana Biro Kode Polandia memberikan rincian kabel rotor Enigma serta metode mereka dalam mendekripsi pesan kode Enigma kepada Inggris dan Prancis, Turing dan Knox mulai mengerjakan pendekatan yang lebih kuat terhadap masalah tersebut. Metode Polandia mengandalkan prosedur indikator yang tidak aman yang kemungkinan besar akan diubah oleh Jerman, yang memang mereka lakukan pada Mei 1940. Pendekatan Turing lebih umum, menggunakan dekripsi berbasis crib yang untuknya ia membuat spesifikasi fungsional bombe (peningkatan dari Bomba Polandia).
Pada 29 September, Hitler, Neville Chamberlain, Édouard Daladier, dan Mussolini menghadiri konferensi satu hari di Munich yang menghasilkan Perjanjian Munich, yang menyerahkan distrik Sudetenland kepada Jerman.
Hitler mulai menekan klaim Jerman atas Sudetenland, sebuah wilayah di Cekoslowakia dengan populasi mayoritas etnis Jerman. Segera setelah itu, Britania Raya dan Prancis mengikuti kebijakan penenangan Perdana Menteri Inggris Neville Chamberlain dan menyerahkan wilayah ini kepada Jerman dalam Perjanjian Munich, yang dibuat bertentangan dengan keinginan pemerintah Cekoslowakia, sebagai ganti janji tidak ada tuntutan wilayah lebih lanjut.