Sebuah cerita HistoryDraft·68 beta
Revolusi Rusia tahun 1905 adalah gelombang kerusuhan politik dan sosial massal yang menyebar ke wilayah luas Kekaisaran Rusia, beberapa di antaranya ditujukan kepada pemerintah. Revolusi ini mencakup pemogokan pekerja, kerusuhan petani, dan pemberontakan militer. Hal ini menyebabkan reformasi konstitusional (yaitu "Manifesto Oktober"), termasuk pembentukan Duma Negara, sistem multipartai, dan Konstitusi Rusia tahun 1906. Revolusi 1905 dipicu oleh kekalahan Rusia dalam perang Rusia-Jepang (1904–1905), tetapi juga oleh kesadaran masyarakat yang berkembang akan perlunya reformasi, setelah politisi seperti Sergei Witte gagal mencapainya. Meskipun Tsar berhasil mempertahankan kekuasaannya, peristiwa-peristiwa tersebut menjadi pertanda bagi revolusi Rusia tahun 1917, yang mengakibatkan penggulingan monarki, eksekusi keluarga kerajaan, dan pembentukan Uni Soviet oleh kaum Bolshevik. Beberapa sejarawan berpendapat bahwa revolusi 1905 menjadi panggung bagi Revolusi Rusia 1917, dan memungkinkan Bolshevisme muncul sebagai gerakan politik yang berbeda di Rusia, meskipun masih menjadi minoritas. Lenin, sebagai kepala Uni Soviet di kemudian hari, menyebutnya sebagai "Latihan Besar," yang tanpanya "kemenangan Revolusi Oktober pada tahun 1917 tidak akan mungkin terjadi".
Mungkin mengandung kesalahan.