Kelahiran
Jamal Jaafar al-Ibrahimi lahir pada 1 Juli 1954 di Distrik Abu Al-Khaseeb, Kegubernuran Basra, Irak, dari ayah berkebangsaan Irak dan ibu berkebangsaan Iran.

Kamis Jul 1, 1954 sampai Jumat Jan 3, 2020
Iraq, Iran
Jamal Ja'far Muhammad Ali Al Ibrahim (1 Juli 1954 – 3 Januari 2020), yang dikenal dengan kunya Abu Mahdi al-Muhandis, adalah seorang politikus dan komandan militer Irak. Pada saat kematiannya, ia menjabat sebagai wakil kepala Komite Mobilisasi Populer (Al-Hashd Al-Sha'abi). Organisasi-organisasi yang ia awasi dilaporkan memiliki hubungan erat dengan Pasukan Quds, bagian dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran.
Jamal Jaafar al-Ibrahimi lahir pada 1 Juli 1954 di Distrik Abu Al-Khaseeb, Kegubernuran Basra, Irak, dari ayah berkebangsaan Irak dan ibu berkebangsaan Iran.
Ia menyelesaikan studinya di bidang teknik pada tahun 1977 dan pada tahun yang sama bergabung dengan Partai Dawa yang berbasis Syiah, yang menentang pemerintahan Ba'ath.
Setelah aktivitas Partai Dawa dilarang oleh Saddam Hussein, Jamal melarikan diri pada tahun 1979 melintasi perbatasan ke Ahvaz di Iran, tempat di mana pihak Iran telah mendirikan kamp untuk melatih para pembangkang Irak dengan tujuan untuk melemahkan Saddam.
Ia mulai bekerja dengan Garda Revolusi Iran di Kuwait pada tahun 1983, mengorganisir serangan terhadap kedutaan besar negara-negara yang mendukung Saddam dalam Perang Iran-Irak.
Beberapa jam setelah serangan bom Desember 1983 di kedutaan besar AS dan Prancis di Kuwait, ia melarikan diri ke Iran.
Ia kembali ke Irak setelah invasi pimpinan AS ke Irak pada tahun 2003 dan kemudian menjabat sebagai penasihat keamanan bagi perdana menteri Irak pertama setelah invasi, Ibrahim al-Jaafari.
Pada tahun 2005, ia terpilih menjadi anggota Parlemen Irak sebagai perwakilan Partai Dawa untuk Kegubernuran Babil.
Ia kembali ke Irak setelah penarikan pasukan AS (Desember 2011) untuk memimpin milisi Kata'ib Hezbollah; ia kemudian menjadi wakil kepala Pasukan Mobilisasi Populer.
Pada 31 Desember 2019, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut al-Muhandis, bersama dengan Qais Khazali, Hadi al-Amiri, dan Falih Alfayyadh, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap kedutaan besar Amerika Serikat di Baghdad.
Abu Mahdi tewas pada 3 Januari 2020 sekitar pukul 01.00 waktu setempat (22.00 UTC 2 Januari), oleh rudal yang ditembakkan dari pesawat nirawak Amerika yang menargetkan Qasem Soleimani dan konvoinya di dekat Bandara Internasional Baghdad.
Pada 4 Januari, prosesi pemakaman untuk Abu Mahdi al-Muhandis dan Soleimani diadakan di Baghdad dengan dihadiri ribuan pelayat yang mengibarkan bendera Irak dan milisi serta meneriakkan "kematian bagi Amerika, kematian bagi Israel". Prosesi dimulai di Masjid Al-Kadhimiya di Baghdad. Perdana menteri Irak, Adil Abdul-Mahdi, dan para pemimpin milisi yang didukung Iran menghadiri prosesi pemakaman tersebut.
Pada 8 Januari, Al-Muhandis dimakamkan di Najaf, Irak, di mana ratusan pelayat berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir. Prosesi pemakaman juga diadakan di beberapa kota di Irak sebelum di Najaf, termasuk Baghdad dan Karbala.