1Pertemuan pertama
Pada 9 Agustus 1941, kapal perang Inggris HMS Prince of Wales berlayar ke Teluk Placentia, dengan Churchill di dalamnya, dan bertemu dengan kapal penjelajah berat Amerika USS Augusta, tempat Roosevelt dan anggota stafnya sedang menunggu.
Pada pertemuan pertama, Churchill dan Roosevelt terdiam sejenak sampai Churchill berkata "Akhirnya, Tuan Presiden", yang dijawab oleh Roosevelt "Senang Anda ada di sini, Tuan Churchill". Churchill kemudian menyerahkan surat dari Raja George VI kepada presiden dan membuat pernyataan resmi yang, meskipun telah dicoba dua kali, kru suara film yang hadir gagal merekamnya.
2Konferensi Atlantik
Presiden AS, Franklin D. Roosevelt, dan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill, mendiskusikan apa yang nantinya menjadi Piagam Atlantik pada tahun 1941 selama Konferensi Atlantik di Teluk Placentia, Newfoundland.
Mereka membuat deklarasi bersama pada 14 Agustus 1941 dari pangkalan angkatan laut AS di teluk tersebut, Pangkalan Angkatan Laut Argentia, yang baru saja disewa dari Inggris sebagai bagian dari kesepakatan di mana AS memberikan 50 kapal perusak surplus kepada Inggris untuk digunakan melawan kapal selam Jerman (AS tidak memasuki perang sebagai kombatan sampai serangan di Pearl Harbour, empat bulan kemudian).
3Isi Piagam
Tidak ada versi yang ditandatangani yang pernah ada. Dokumen tersebut disusun melalui beberapa draf dan teks akhir yang disepakati dikirim melalui telegram ke London dan Washington. Presiden Roosevelt memberikan isi Piagam tersebut kepada Kongres pada 21 Agustus 1941.
4Nama Piagam Atlantik
Ketika dirilis ke publik, Piagam tersebut diberi judul "Deklarasi Bersama oleh Presiden dan Perdana Menteri" dan secara umum dikenal sebagai "Deklarasi Bersama". Surat kabar Partai Buruh Daily Herald menciptakan nama Piagam Atlantik, tetapi Churchill menggunakannya di Parlemen pada 24 Agustus 1941, dan sejak itu nama tersebut diadopsi secara umum.
5Pertemuan lanjutan Dewan Antar-Sekutu
Negara-negara Sekutu dan organisasi-organisasi terkemuka dengan cepat dan luas mendukung Piagam tersebut. Pada pertemuan lanjutan Dewan Antar-Sekutu di London pada 24 September 1941, pemerintah dalam pengasingan Belgia, Cekoslowakia, Yunani, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Polandia, dan Yugoslavia, serta Uni Soviet, dan perwakilan Pasukan Prancis Merdeka, dengan suara bulat mengadopsi kepatuhan terhadap prinsip-prinsip kebijakan bersama yang ditetapkan dalam Piagam Atlantik.
6Deklarasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa
Pada 1 Januari 1942, sekelompok negara yang lebih besar, yang mematuhi prinsip-prinsip Piagam Atlantik, mengeluarkan Deklarasi bersama oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menekankan solidaritas mereka dalam pertahanan melawan Hitlerisme.
7Churchill berargumen untuk interpretasi piagam agar Uni Soviet dapat terus mengendalikan negara-negara Baltik
Selama perang, Churchill berargumen untuk interpretasi piagam agar Uni Soviet dapat terus mengendalikan negara-negara Baltik, sebuah interpretasi yang ditolak oleh AS hingga Maret 1944.

