Logo Historydraft
null

Invasi Teluk Babi

Castro mengambil peran sebagai Perdana Menteri

Senin Feb 16, 1959
Havana, Kuba

Kepresidenan jatuh ke tangan kandidat pilihan Castro, pengacara Manuel Urrutia Lleó, sementara anggota MR-26-7 mengambil kendali atas sebagian besar posisi di kabinet. Pada 16 Februari 1959, Castro sendiri mengambil peran sebagai Perdana Menteri. Menolak perlunya pemilihan umum, Castro memproklamirkan pemerintahan baru sebagai contoh demokrasi langsung, di mana penduduk Kuba dapat berkumpul secara massal dalam demonstrasi dan menyatakan kehendak demokratis mereka kepadanya secara pribadi. Para kritikus justru mengutuk rezim baru tersebut sebagai tidak demokratis.

Mungkin mengandung kesalahan.