1Bank for International Settlements
Bank for International Settlements (BIS) menjadi objek pengawasan ketika delegasi Norwegia mengajukan bukti bahwa BIS terlibat dalam kejahatan perang. BIS, yang dibentuk pada tahun 1930, pada awalnya terutama ditujukan untuk memfasilitasi penyelesaian kewajiban keuangan yang timbul dari perjanjian damai yang mengakhiri Perang Dunia Pertama.
2John Maynard Keynes pertama kali mengusulkan ICU
John Maynard Keynes pertama kali mengusulkan ICU (International Clearing Union) pada tahun 1941, sebagai cara untuk mengatur neraca perdagangan. Kekhawatirannya adalah bahwa negara-negara dengan defisit perdagangan tidak akan mampu keluar darinya, membayar bunga yang semakin besar untuk melayani utang mereka yang semakin besar, dan dengan demikian menghambat pertumbuhan global. ICU secara efektif akan menjadi bank dengan mata uangnya sendiri ("bancor"), yang dapat ditukarkan dengan mata uang nasional pada nilai tukar tetap. Ini akan menjadi unit untuk akuntansi antar negara, sehingga defisit atau surplus perdagangan mereka dapat diukur olehnya.
3Dana Moneter Internasional
Pada awal Perang Dunia Kedua, John Maynard Keynes dari Departemen Keuangan Inggris dan Harry Dexter White dari Departemen Keuangan Amerika Serikat secara independen mulai mengembangkan gagasan tentang tatanan keuangan dunia pascaperang. Setelah negosiasi antara pejabat Amerika Serikat dan Inggris, serta konsultasi dengan beberapa Sekutu lainnya, sebuah "Pernyataan Bersama oleh Para Ahli tentang Pembentukan Dana Moneter Internasional," diterbitkan secara bersamaan di sejumlah negara Sekutu pada tanggal 21 April 1944.
4Pemerintah AS mengundang negara-negara Sekutu untuk mengirim perwakilan ke konferensi moneter internasional
Pada tanggal 25 Mei 1944, pemerintah AS mengundang negara-negara Sekutu untuk mengirim perwakilan ke konferensi moneter internasional, "untuk tujuan merumuskan proposal pasti bagi Dana Moneter Internasional dan mungkin Bank untuk Rekonstruksi dan Pembangunan".
5Konferensi pendahuluan
Amerika Serikat juga mengundang sekelompok kecil negara untuk mengirim para ahli ke konferensi pendahuluan di Atlantic City, New Jersey, untuk mengembangkan draf proposal bagi konferensi Bretton Woods. Konferensi Atlantic City diadakan dari tanggal 15–30 Juni 1944.
6Konferensi Bretton Woods
Konferensi ini diadakan dari tanggal 1 hingga 22 Juli 1944. Perjanjian ditandatangani yang, setelah ratifikasi legislatif oleh pemerintah anggota, membentuk Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD) dan Dana Moneter Internasional (IMF).
7Tujuan utama konferensi
Tujuan utama konferensi adalah untuk mencapai kesepakatan mengenai IMF. Konsensus yang cukup ada sehingga konferensi juga mampu mencapai kesepakatan mengenai IBRD. Melakukannya mengharuskan perpanjangan konferensi dari tanggal penutupan aslinya pada 19 Juli 1944 menjadi 22 Juli.
8Pasal-Pasal Perjanjian untuk IMF dan IBRD
Pasal-Pasal Perjanjian untuk IMF dan IBRD yang ditandatangani di Bretton Woods tidak berlaku sampai diratifikasi oleh negara-negara dengan setidaknya 80 persen dari langganan modal ("kuota"). Ambang batas tersebut tercapai pada tanggal 27 Desember 1945.
9Diselenggarakan secara resmi pada pertemuan perdana
Lembaga-lembaga tersebut (IMF dan IBRD) secara resmi diselenggarakan pada pertemuan perdana di Savannah, Georgia, pada tanggal 8–18 Maret 1946.

