1Lahir
Halimah lahir pada 23 Agustus 1954, di Koloni Singapura.
2Kelulusan
Halimah menempuh pendidikan di Singapore Chinese Girls' School dan Tanjong Katong Girls' School sebelum melanjutkan ke Universitas Singapura, di mana ia memperoleh gelar Sarjana Hukum pada tahun 1978.
3Pernikahan
Halimah menikah dengan Mohammed Abdullah Alhabshee, seorang Melayu keturunan Arab.
4Direktur Departemen Layanan Hukum NTUC
Halimah bekerja sebagai pejabat hukum di Kongres Serikat Buruh Nasional (NTUC), dan menjadi direktur departemen layanan hukumnya pada tahun 1992.
5Direktur Institut Studi Perburuhan Singapura
Ia ditunjuk sebagai direktur Institut Studi Perburuhan Singapura (sekarang dikenal sebagai Institut Studi Perburuhan Ong Teng Cheong) pada tahun 1999.
6Menyelesaikan Magister Hukum
Pada tahun 2001, ia menyelesaikan gelar Magister Hukum di National University of Singapore (NUS), dan dianugerahi gelar kehormatan Doktor Hukum oleh NUS pada 7 Juli 2016.
7Anggota Parlemen Singapura untuk Jurong GRC
Halimah terjun ke dunia politik pada tahun 2001 ketika ia terpilih sebagai Anggota Parlemen (MP) untuk Daerah Pemilihan Perwakilan Kelompok (GRC) Jurong.
8Penghargaan Her World Woman of the Year
Sebagai pengakuan atas kontribusinya, ia dianugerahi "Penghargaan Her World Woman of the Year" pada tahun 2003.
9Menteri Pengembangan Masyarakat, Pemuda dan Olahraga
Menyusul pemilihan umum 2011, Halimah ditunjuk sebagai Menteri Negara di Kementerian Pengembangan Masyarakat, Pemuda dan Olahraga.
10Menteri Pengembangan Sosial dan Keluarga
Menyusul perombakan Kabinet pada November 2012, ia menjadi Menteri Negara di Kementerian Pengembangan Sosial dan Keluarga.
11Perdana Menteri menominasikan Halimah untuk menggantikan Michael Palmer sebagai Ketua Parlemen
Pada 8 Januari 2013, Perdana Menteri Lee Hsien Loong menominasikan Halimah untuk menggantikan Michael Palmer sebagai Ketua Parlemen menyusul pengunduran diri Palmer setelah terungkap bahwa ia berselingkuh.
12Ketua Parlemen Singapura
Ia terpilih sebagai Ketua Parlemen pada 14 Januari 2013, wanita pertama yang memegang jabatan tersebut dalam sejarah Singapura.
13Singapore Women's Hall of Fame
Ia dilantik ke dalam Singapore Women's Hall of Fame milik Dewan Organisasi Wanita Singapura pada tahun 2014.
14Komite Eksekutif Pusat PAP
Pada Januari 2015, Halimah diangkat ke dalam Komite Eksekutif Pusat PAP, badan pengambil keputusan tertinggi partai tersebut.
15Pemilihan Umum Singapura 2015
Pada pemilihan umum 2015, Halimah adalah satu-satunya kandidat minoritas untuk kelompok Partai Tindakan Rakyat yang bertarung di GRC Marsiling-Yew Tee yang baru dibentuk saat itu.
16Mundur sebagai Ketua Parlemen dan MP Marsiling-Yew Tee
Pada 6 Agustus 2017, Halimah mengumumkan bahwa ia akan mundur sebagai Ketua Parlemen dan MP Marsiling-Yew Tee keesokan harinya untuk mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan presiden 2017.
17Pandangan Halimah tentang Pemilihan Presiden yang Disediakan
Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada 11 Agustus 2017, Halimah memberikan pandangannya tentang pemilihan presiden yang disediakan. Ia mengatakan bahwa hal itu "menunjukkan kita tidak hanya berbicara tentang multikulturalisme, tetapi kita membicarakannya dalam konteks meritokrasi atau peluang bagi semua orang, dan kita benar-benar mempraktikkannya".
18Halimah Meluncurkan Situs Web Kampanye Resminya
Pada 25 Agustus 2017, Halimah meluncurkan situs web kampanye resminya, termasuk slogan kampanyenya "Do Good Do Together", yang dikritik oleh banyak orang karena tata bahasanya yang salah. Ia membela slogannya, menjelaskan bahwa slogan itu dimaksudkan agar menarik.
19Presiden Singapura
Pada 13 September 2017, ia ditetapkan sebagai Presiden terpilih secara aklamasi, karena tidak ada kandidat presiden lain yang diberikan Sertifikat Kelayakan. Ia dilantik keesokan harinya, menjadi presiden wanita pertama dalam sejarah negara tersebut.
20Rektor National University of Singapore
Pada 14 September 2017, ia menjadi Rektor National University of Singapore.
21Halimah telah setuju untuk pindah ke lokasi yang lebih aman
Keputusan Halimah untuk tetap tinggal di flat HDB-nya di Yishun menimbulkan kekhawatiran keamanan dan mendapat ketidaksetujuan dari warganet yang menyoroti ketidaknyamanan yang disebabkan oleh iring-iringan Presiden serta biaya tambahan dalam menjaga pengaturan keamanan tersebut. Pada 2 Oktober 2017, Halimah telah menerima keputusan pemerintah untuk memindahkannya dari flat Yishun-nya ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah juga terus memantau tempat tinggal dan pengaturan keamanannya.

