Heinrich Himmler
Meninggalkan Katolik
Jerman
Pada tahun 1923–24, Himmler, saat mencari pandangan dunia, mulai meninggalkan Katolik dan berfokus pada okultisme dan antisemitisme. Mitologi Jerman, yang diperkuat oleh ide-ide okultisme, menjadi agama baginya. Himmler merasa NSDAP menarik karena posisi politiknya sesuai dengan pandangannya sendiri. Awalnya, ia tidak terhanyut oleh karisma Hitler atau kultus pemujaan Führer. Namun, seiring ia belajar lebih banyak tentang Hitler melalui bacaannya, ia mulai menganggapnya sebagai wajah partai yang berguna, dan kemudian ia mengagumi bahkan memujanya. Untuk mengonsolidasikan dan memajukan posisinya sendiri di NSDAP, Himmler memanfaatkan kekacauan di partai setelah penangkapan Hitler akibat Beer Hall Putsch.
Mungkin mengandung kesalahan.
