Revolusi Iran
kesepakatan untuk draf konstitusi yang akan bersifat "Islami dan demokratis"
Paris, Prancis
Pada bulan November, pemimpin sekuler Front Nasional Karim Sanjabi terbang ke Paris untuk menemui Khomeini. Di sana, keduanya menandatangani perjanjian untuk draf konstitusi yang akan bersifat "Islami dan demokratis". Hal ini menandakan aliansi yang kini resmi antara kaum ulama dan oposisi sekuler. Untuk membantu menciptakan kedok demokrasi, Khomeini menempatkan tokoh-tokoh yang kebarat-baratan (seperti Sadegh Qotbzadeh dan Ebrahim Yazdi) sebagai juru bicara publik oposisi, dan tidak pernah berbicara kepada media mengenai niatnya untuk menciptakan teokrasi.
Mungkin mengandung kesalahan.
