1Partai Rakyat Mongolia Mengambil Kekuasaan
Terdapat gerakan pro-kemerdekaan pada tahun 1911 melawan kebijakan kolonisasi dinasti Qing akhir. Akhirnya, Partai Rakyat Mongolia mengambil alih kekuasaan di Mongolia pada tahun 1921 dengan bantuan Uni Soviet, setelah pasukan Rusia Putih dan Tiongkok diusir.
2Partai Mengganti Nama Menjadi Partai Revolusioner Rakyat Mongolia
Pada tahun 1924, partai tersebut mengganti namanya menjadi Partai Revolusioner Rakyat Mongolia. Selama beberapa dekade berikutnya, Mongolia selalu bersekutu sangat erat dengan Uni Soviet.
3Pidato Tsakhiagiin Elbegdorj di Kongres Nasional Seniman Muda Kedua
Pada 28 November 1989, di akhir pidato pada Kongres Nasional Seniman Muda Kedua, Tsakhiagiin Elbegdorj mengatakan bahwa Mongolia membutuhkan demokrasi dan menyerukan kepada kaum muda untuk berkolaborasi menciptakan demokrasi di Mongolia.
4Demonstrasi Meningkat
Pada akhir Desember, demonstrasi meningkat ketika muncul berita tentang wawancara Garry Kasparov dengan Playboy, yang menyarankan bahwa Uni Soviet dapat meningkatkan kesehatan ekonominya dengan menjual Mongolia ke Tiongkok.
5Demonstrasi Publik Pro-Demokrasi Terbuka Pertama
Pada pagi hari tanggal 10 Desember 1989, demonstrasi publik pro-demokrasi terbuka pertama terjadi di depan Pusat Kebudayaan Pemuda di Ulaanbaatar. Di sana, Elbegdorj mengumumkan pembentukan Uni Demokratik Mongolia. Di sanalah Uni Demokratik—gerakan pro-demokrasi pertama di Mongolia—lahir.
6Uni Demokratik Mongolia mulai menyebarkan selebaran
Pada 2 Januari 1990, Uni Demokratik Mongolia mulai menyebarkan selebaran yang menyerukan revolusi demokratis. Ketika pemerintah tidak mematuhi hal ini dan tuntutan-tuntutan yang lebih agresif kemudian, demonstrasi pun terjadi.
7Para pengunjuk rasa bertemu di alun-alun di depan Museum Lenin
Pada 14 Januari 1990, para pengunjuk rasa, yang jumlahnya bertambah dari tiga ratus menjadi sekitar 1.000 orang, bertemu di alun-alun di depan Museum Lenin yang sejak saat itu dinamai Lapangan Kebebasan di Ulaanbaatar.
8Demonstrasi Lapangan Sükhbaatar
Demonstrasi di Lapangan Sükhbaatar pada 21 Januari (dalam cuaca -30 C) menyusul demonstrasi Lapangan Kebebasan.
9MDU dan Tiga Organisasi Reformasi Lainnya Mengadakan Pertemuan Massa Terbuka Bersama
Setelah berbagai demonstrasi yang melibatkan ribuan orang di ibu kota maupun pusat-pusat provinsi, pada 4 Maret 1990, MDU dan tiga organisasi reformasi lainnya mengadakan pertemuan massa terbuka bersama, dengan mengundang pemerintah untuk hadir. Pemerintah tidak mengirim perwakilan ke acara yang berubah menjadi demonstrasi lebih dari 100.000 orang yang menuntut perubahan demokratis.
10Uni Demokratik Meluncurkan Aksi Mogok Makan
Pada 7 Maret 1990, di Lapangan Sükhbaatar, Uni Demokratik meluncurkan aksi mogok makan sepuluh orang yang mendesak kaum komunis untuk mundur. Jumlah pelaku mogok makan meningkat dan ribuan orang mendukung mereka. Politbiro Partai Revolusioner Rakyat Mongolia (MPRP) (sekarang Partai Rakyat Mongolia)—otoritas pemerintah—akhirnya menyerah pada tekanan dan melakukan negosiasi dengan para pemimpin gerakan demokratis Uni Demokratik Mongolia.
11Jambyn Batmönkh Memutuskan untuk Membubarkan Politbiro dan Mengundurkan Diri
Jambyn Batmönkh, ketua Politbiro Komite Sentral MPRP memutuskan untuk membubarkan Politbiro dan mengundurkan diri pada 9 Maret 1990. Namun, di balik layar, MPRP telah secara serius mempertimbangkan untuk menindak para pengunjuk rasa, dengan menulis dekrit yang dibiarkan untuk ditandatangani oleh pemimpin partai Jambyn Batmönkh.
12Elbegdorj mengumumkan Berita Pengunduran Diri Politbiro
Elbegdorj mengumumkan berita pengunduran diri Politbiro kepada para pelaku mogok makan dan orang-orang yang berkumpul di Lapangan Sükhbaatar pada pukul 10 malam setelah negosiasi antara para pemimpin MPRP dan Uni Demokratik Mongolia. Aksi mogok makan pun berhenti.
13Pemilihan umum multipartai bebas pertama di Mongolia
Menyusul Revolusi Demokratik 1990 di Mongolia, pemilihan umum multipartai bebas pertama di Mongolia untuk parlemen bikameral diadakan pada 29 Juli 1990.
14Khural Agung Rakyat (majelis tinggi) pertama kali bertemu
Khural Agung Rakyat (majelis tinggi) pertama kali bertemu pada 3 September dan memilih presiden (MPRP), wakil presiden (Demokrat Sosial), perdana menteri (MPRP), dan 50 anggota ke Baga Hural (majelis rendah). Wakil presiden juga menjabat sebagai ketua Baga Khural.
15Memulai Diskusi tentang Konstitusi Baru
Pada November 1991, Khural Agung Rakyat (Parlemen) memulai diskusi tentang konstitusi baru.
16Konstitusi Baru Mulai Berlaku
Konstitusi baru mulai berlaku pada 12 Februari 1992. Selain menetapkan Mongolia sebagai republik yang merdeka dan berdaulat serta menjamin sejumlah hak dan kebebasan, konstitusi baru tersebut merestrukturisasi cabang legislatif pemerintah, menciptakan badan legislatif unikameral, yaitu Khural Agung Negara (SGK).
17Kemenangan Pemilu Pertama Bagi Kaum Demokrat
Konstitusi diamandemen pada tahun 1992. Kemenangan pemilu pertama bagi kaum demokrat adalah pemilihan presiden tahun 1993, ketika kandidat oposisi Punsalmaagiin Ochirbat menang.
18Koalisi Uni Demokratik Untuk Pertama Kalinya Berhasil Memenangkan Mayoritas
Koalisi Uni Demokratik yang dipimpin bersama oleh ketua Partai Demokrat Tsakhiagiin Elbegdorj untuk pertama kalinya berhasil memenangkan mayoritas dalam pemilihan parlemen tahun 1996.

