1Perjanjian Dunkirk
Pada 4 Maret 1947, Perjanjian Dunkirk ditandatangani oleh Prancis dan Britania Raya sebagai Perjanjian Aliansi dan Bantuan Bersama jika terjadi kemungkinan serangan oleh Jerman atau Uni Soviet setelah Perang Dunia II.
2Organisasi Perjanjian Brussels (BTO)
Pada tahun 1948, aliansi Perjanjian Dunkirk diperluas untuk mencakup negara-negara Benelux, dalam bentuk Uni Barat, yang juga disebut sebagai Organisasi Perjanjian Brussels (BTO), yang didirikan oleh Perjanjian Brussels.
3Penandatanganan Perjanjian Atlantik Utara
Pembicaraan untuk aliansi militer baru yang juga dapat mencakup Amerika Utara menghasilkan penandatanganan Perjanjian Atlantik Utara pada 4 April 1949 oleh negara-negara anggota Uni Barat ditambah Amerika Serikat, Kanada, Portugal, Italia, Norwegia, Denmark, dan Islandia.
4Pembentukan Markas Besar Tertinggi Sekutu di Eropa (SHAPE)
Perjanjian Atlantik Utara sebagian besar tidak aktif sampai Perang Korea memicu pembentukan NATO untuk mengimplementasikannya, melalui struktur militer terintegrasi: Ini termasuk pembentukan Markas Besar Tertinggi Sekutu di Eropa (SHAPE) pada tahun 1951, yang mengadopsi struktur dan rencana militer Uni Barat.
5Pembentukan Jabatan Sekretaris Jenderal NATO
Pada tahun 1952, jabatan Sekretaris Jenderal NATO dibentuk sebagai pejabat sipil tertinggi organisasi tersebut. Tahun itu juga menyaksikan latihan maritim besar pertama NATO, Latihan Mainbrace, dan aksesi Yunani serta Turki ke dalam organisasi tersebut.
6Jerman Barat Bergabung dengan NATO
Menyusul Konferensi London dan Paris, Jerman Barat diizinkan untuk mempersenjatai diri kembali secara militer, saat mereka bergabung dengan NATO pada Mei 1955.
7Pembentukan Pakta Warsawa yang Didominasi Soviet
Bergabungnya Jerman Barat ke dalam NATO pada gilirannya menjadi faktor utama dalam pembentukan Pakta Warsawa yang didominasi Soviet, yang menggarisbawahi dua pihak yang berlawanan dalam Perang Dingin.
8Penarikan Prancis dari Struktur Militer NATO
Keraguan atas kekuatan hubungan antara negara-negara Eropa dan Amerika Serikat pasang surut, bersama dengan keraguan atas kredibilitas pertahanan NATO terhadap kemungkinan invasi Soviet – keraguan yang mengarah pada pengembangan penangkal nuklir independen Prancis dan penarikan Prancis dari struktur militer NATO pada tahun 1966.
9Bergabungnya Spanyol
Pada tahun 1982, Spanyol yang baru demokratis bergabung dengan aliansi (NATO).
10Penyatuan Kembali Jerman
Ekspansi pasca-Perang Dingin pertama NATO terjadi dengan penyatuan kembali Jerman pada 3 Oktober 1990, ketika bekas Jerman Timur menjadi bagian dari Republik Federal Jerman dan aliansi tersebut.
11Perjanjian Angkatan Bersenjata Konvensional di Eropa
Runtuhnya Pakta Warsawa pada 1989–1991 menghilangkan musuh utama de facto NATO dan menyebabkan evaluasi ulang strategis terhadap tujuan, sifat, tugas, dan fokus NATO di benua Eropa. Pergeseran ini dimulai dengan penandatanganan Perjanjian Angkatan Bersenjata Konvensional di Eropa tahun 1990 di Paris antara NATO dan Uni Soviet, yang mengamanatkan pengurangan militer tertentu di seluruh benua yang berlanjut setelah pembubaran Uni Soviet pada Desember 1991.
12Organisasi Melakukan Intervensi Militer Pertamanya
Setelah runtuhnya Tembok Berlin di Jerman pada tahun 1989, organisasi tersebut melakukan intervensi militer pertamanya di Bosnia dari tahun 1992 hingga 1995 dan kemudian Yugoslavia pada tahun 1999 selama perpecahan Yugoslavia.
13Pembentukan Markas Besar Korps Reaksi Cepat Komando Sekutu Eropa
Sebagai bagian dari restrukturisasi pasca-Perang Dingin, struktur militer NATO dikurangi dan diatur ulang, dengan pasukan baru seperti Markas Besar Korps Reaksi Cepat Komando Sekutu Eropa dibentuk.
14Membentuk Dewan Kemitraan Euro-Atlantik
Antara tahun 1994 dan 1997, forum yang lebih luas untuk kerja sama regional antara NATO dan tetangganya dibentuk, seperti Kemitraan untuk Perdamaian, inisiatif Dialog Mediterania, dan Dewan Kemitraan Euro-Atlantik.
15Menandatangani Perjanjian Angkatan Bersenjata Konvensional yang Diadaptasi di Eropa
Perubahan yang dibawa oleh runtuhnya Uni Soviet terhadap keseimbangan militer di Eropa diakui dalam Perjanjian Angkatan Bersenjata Konvensional yang Diadaptasi di Eropa, yang ditandatangani pada tahun 1999.
16Kembalinya Prancis ke Keanggotaan Penuh
Kebijakan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy menghasilkan reformasi besar pada posisi militer Prancis, yang berpuncak pada kembalinya ke keanggotaan penuh pada 4 April 2009, yang juga mencakup bergabungnya kembali Prancis ke dalam Struktur Komando Militer NATO, sambil tetap mempertahankan penangkal nuklir independen.
17Intervensi Rusia di Krimea
Intervensi Rusia di Krimea pada tahun 2014 memicu kecaman keras dari negara-negara NATO dan pembentukan pasukan "ujung tombak" baru yang terdiri dari 5.000 tentara di pangkalan-pangkalan di Estonia, Lituania, Latvia, Polandia, Rumania, dan Bulgaria.
18KTT Wales 2014 Selanjutnya
Pada KTT Wales 2014 selanjutnya, para pemimpin negara anggota NATO secara resmi berkomitmen untuk pertama kalinya membelanjakan setara dengan setidaknya 2% dari produk domestik bruto mereka untuk pertahanan pada tahun 2024, yang sebelumnya hanya merupakan pedoman informal.

