1Obituari kematian
Pada tahun 1888, Nobel terkejut membaca obituarinya sendiri, yang berjudul Pedagang kematian telah mati, di sebuah surat kabar Prancis. Ternyata saudara laki-laki Alfred, Ludvig, yang meninggal; obituari itu muncul delapan tahun terlalu dini. Artikel tersebut membuat Nobel bingung dan khawatir tentang bagaimana ia akan dikenang. Hal ini menginspirasinya untuk mengubah surat wasiatnya.
2Wasiat Nobel
Menandatangani wasiatnya di Klub Swedia-Norwegia di Paris pada 27 November 1895. Yang mengejutkan banyak pihak, wasiat terakhir Nobel menetapkan bahwa kekayaannya digunakan untuk membuat serangkaian hadiah bagi mereka yang memberikan "manfaat terbesar bagi umat manusia" di bidang fisika, kimia, fisiologi atau kedokteran, sastra, dan perdamaian. Nobel mewariskan 94% dari total asetnya, 31 juta SEK (US$186 juta pada tahun 2008), untuk mendirikan lima Hadiah Nobel.
3Kematian Alfred Nobel
Pada 10 Desember 1896, Alfred Nobel meninggal di vilanya di San Remo, Italia, akibat pendarahan otak. Ia berusia 63 tahun.
4Persetujuan wasiat
Karena skeptisisme seputar wasiat tersebut, dokumen itu tidak disetujui oleh Storting di Norwegia hingga 26 April 1897.
5Anggota pemberi penghargaan
Instruksi Nobel menunjuk Komite Nobel Norwegia untuk memberikan Hadiah Perdamaian, yang anggotanya ditunjuk segera setelah wasiat tersebut disetujui pada April 1897. Tak lama kemudian, organisasi pemberi hadiah lainnya ditetapkan. Mereka adalah Institut Karolinska pada 7 Juni, Akademi Swedia pada 9 Juni, dan Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia pada 11 Juni.
6Pembentukan Yayasan Nobel
Para pelaksana wasiat, Ragnar Sohlman dan Rudolf Lilljequist, membentuk Yayasan Nobel untuk mengurus kekayaan tersebut dan mengatur pemberian hadiah. Statuta Yayasan Nobel yang baru dibuat diundangkan oleh Raja Oscar II.
7Keluarga dengan peraih terbanyak
Keluarga Curie telah menerima hadiah terbanyak, dengan empat hadiah diberikan kepada lima peraih individu. Marie Curie menerima hadiah di bidang Fisika (pada tahun 1903) dan Kimia (pada tahun 1911). Suaminya, Pierre Curie, berbagi hadiah Fisika tahun 1903 dengannya. Putri mereka, Irène Joliot-Curie, menerima Hadiah Kimia pada tahun 1935 bersama suaminya Frédéric Joliot-Curie. Selain itu, suami dari putri kedua Marie Curie, Henry Labouisse, adalah direktur UNICEF ketika ia menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1965 atas nama organisasi tersebut.
8Peraih yang dilarang
Pada tahun 1938 dan 1939, Reich Ketiga Adolf Hitler melarang tiga peraih dari Jerman (Richard Kuhn, Adolf Friedrich Johann Butenandt, dan Gerhard Domagk) untuk menerima hadiah mereka. Masing-masing pria tersebut kemudian dapat menerima diploma dan medali. Meskipun Swedia secara resmi netral selama Perang Dunia Kedua, hadiah-hadiah tersebut diberikan secara tidak teratur.
9Perang Dunia Kedua
Tidak ada hadiah yang diberikan dalam kategori apa pun dari tahun 1940 hingga 1942, karena pendudukan Norwegia oleh Jerman. Pada tahun berikutnya, semua hadiah diberikan kecuali untuk sastra dan perdamaian.
10Bebas pajak
Yayasan Nobel dibebaskan dari semua pajak di Swedia (sejak 1946) dan dari pajak investasi di Amerika Serikat (sejak 1953).
11Orang pertama yang menolak hadiah
Dua peraih telah secara sukarela menolak Hadiah Nobel. Pada tahun 1964, Jean-Paul Sartre dianugerahi Hadiah Sastra tetapi menolak, dengan menyatakan, "Seorang penulis harus menolak untuk membiarkan dirinya diubah menjadi sebuah institusi, bahkan jika itu terjadi dalam bentuk yang paling terhormat."
12Donasi Sveriges Riksbank
Pada tahun 1968, bank sentral Swedia Sveriges Riksbank merayakan hari jadinya yang ke-300 dengan menyumbangkan sejumlah besar uang kepada Yayasan Nobel untuk digunakan dalam mendirikan hadiah guna menghormati Alfred Nobel.
13Hadiah Ilmu Ekonomi
Tahun berikutnya, Hadiah Sveriges Riksbank dalam Ilmu Ekonomi untuk mengenang Alfred Nobel diberikan untuk pertama kalinya. Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia bertanggung jawab untuk memilih para peraih. Peraih pertama untuk Hadiah Ekonomi adalah Jan Tinbergen dan Ragnar Frisch. Dewan Yayasan Nobel memutuskan bahwa setelah penambahan ini, tidak akan ada lagi hadiah baru.
14Orang kedua yang menolak hadiah
Lê Đức Thọ, yang terpilih untuk Hadiah Perdamaian 1973 atas perannya dalam Perjanjian Damai Paris, menolak, dengan menyatakan bahwa tidak ada perdamaian yang nyata di Vietnam.
15Nilai Yayasan tahun 2007
Sejak tahun 1980-an, investasi Yayasan menjadi lebih menguntungkan dan per 31 Desember 2007, aset yang dikendalikan oleh Yayasan Nobel berjumlah 3,628 miliar krona Swedia (sekitar US$560 juta).
16Peraih termuda
Orang termuda yang pernah menerima Hadiah Nobel adalah Malala Yousafzai; pada usia 17 tahun, menerima Hadiah Nobel Perdamaian (2014).
17Peraih tertua
Orang tertua yang pernah menerima Hadiah Nobel adalah John B. Goodenough; pada usia 97 tahun, menerima Hadiah Nobel Kimia (2019).

