1Kelahiran Ochoa

Ochoa lahir di Luarca (Asturias), Spanyol. Ayahnya adalah Severo Manuel Ochoa (yang namanya diwariskan kepadanya), seorang pengacara dan pengusaha, dan ibunya adalah Carmen de Albornoz.

2Kematian ayah Ochoa

Ayahnya meninggal ketika Ochoa berusia tujuh tahun, dan ia bersama ibunya pindah ke Málaga, tempat ia menempuh pendidikan dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.

3Pengaruh Santiago Ramón y Cajal

Ketertarikan Ochoa pada biologi dirangsang oleh publikasi dari ahli saraf Spanyol dan peraih Nobel, Santiago Ramón y Cajal.

4Bergabung dengan Universitas Madrid

Pada tahun 1923, ia masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Madrid, di mana ia berharap dapat bekerja dengan Cajal, namun Cajal telah pensiun. Ia belajar dengan Pastor Pedro Arrupe, dan Juan Negrín adalah gurunya.

5Mengisolasi kreatinin

Negrín mendorong Ochoa dan mahasiswa lainnya, José Valdecasas, untuk mengisolasi kreatinin dari urine. Kedua mahasiswa tersebut berhasil dan juga mengembangkan metode untuk mengukur kadar kreatinin otot yang rendah.

6Musim panas di Glasgow

Ochoa menghabiskan musim panas tahun 1927 di Glasgow bekerja dengan D. Noel Paton mengenai metabolisme kreatin sambil meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya.

7Awal karier biokimia

Selama musim panas tersebut, ia menyempurnakan prosedur pengujian lebih lanjut dan setelah kembali ke Spanyol, ia dan Valdecasas mengirimkan makalah yang mendeskripsikan penelitian tersebut ke Journal of Biological Chemistry, di mana makalah itu diterima dengan cepat, menandai dimulainya karier biokimia Ochoa.

8Laboratorium Otto Meyerhof

Ochoa menyelesaikan gelar sarjana kedokterannya pada musim panas tahun 1929 dan mulai tertarik untuk pergi ke luar negeri guna mendapatkan pengalaman penelitian lebih lanjut. Pekerjaan sebelumnya mengenai kreatin dan kreatinin membawanya pada undangan untuk bergabung dengan laboratorium Otto Meyerhof di Kaiser Wilhelm Institute for Biology di Berlin-Dahlem pada tahun 1929.

9Penelitian tesis MD

Pada tahun 1930, Ochoa kembali ke Madrid untuk menyelesaikan penelitian tesis MD-nya, yang ia pertahankan pada tahun tersebut, dan meraih gelar MD pada tahun 1931.

10Menikah

Ochoa menikah dengan Carmen García Cobián, ia tidak memiliki anak.

11Studi pascadoktoral di London

Ia kemudian memulai studi pascadoktoral di London National Institute for Medical Research (NIMR), tempat ia bekerja dengan Henry Hallett Dale. Penelitiannya di London melibatkan enzim glioksalase dan merupakan langkah penting dalam karier Ochoa dalam dua aspek. Pertama, pekerjaan tersebut menandai awal ketertarikan seumur hidup Ochoa pada enzim. Kedua, proyek tersebut berada di garis depan studi metabolisme perantara yang berkembang pesat.

12Kembali ke Madrid

Pada tahun 1933, keluarga Ochoa kembali ke Madrid di mana ia mulai mempelajari glikolisis pada otot jantung.

13Perang Saudara Spanyol

Dalam dua tahun, ia ditawari jabatan direktur Bagian Fisiologi di Institut Penelitian Medis yang baru dibentuk di Fakultas Kedokteran Universitas Madrid. Sayangnya, penunjukan tersebut dilakukan tepat saat Perang Saudara Spanyol meletus. Ochoa memutuskan bahwa mencoba melakukan penelitian di lingkungan seperti itu akan menghancurkan selamanya "peluangnya untuk menjadi seorang ilmuwan." Oleh karena itu, "setelah banyak pertimbangan, istri saya dan saya memutuskan untuk meninggalkan Spanyol."

14Tahun-tahun pengembaraan

Pada bulan September 1936, Severo dan Carmen memulai apa yang kemudian ia sebut sebagai "tahun-tahun pengembaraan" saat mereka melakukan perjalanan dari Spanyol ke Jerman, ke Inggris, dan akhirnya ke Amerika Serikat dalam kurun waktu empat tahun.

15Memimpin fasilitas biokimia terkemuka di dunia

Ochoa meninggalkan Spanyol dan kembali ke Kaiser Wilhelm Institute for Biology milik Meyerhof yang kini pindah ke Heidelberg, di mana Ochoa menemukan fokus penelitian yang sangat berubah. Menjelang tahun 1936, laboratorium Meyerhof telah menjadi salah satu fasilitas biokimia terkemuka di dunia yang berfokus pada proses seperti glikolisis dan fermentasi. Alih-alih mempelajari "kedutan" otot, laboratorium tersebut kini memurnikan dan mengarakterisasi enzim yang terlibat dalam aksi otot tetapi terlibat dalam fermentasi ragi.

16Ochoa di Oxford

Dari tahun 1938 hingga 1941, ia menjadi Demonstrator dan Asisten Peneliti Nuffield di Universitas Oxford.

17Universitas Washington

Ochoa kemudian pergi ke Amerika Serikat, di mana ia kembali memegang banyak posisi di beberapa universitas. Antara tahun 1940 dan 1942, Ochoa bekerja untuk Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis.

18Fakultas Kedokteran Universitas New York

Pada tahun 1942, ia diangkat sebagai Rekan Peneliti Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas New York dan kemudian menjadi Asisten Profesor Biokimia (1945), Profesor Farmakologi (1946), Profesor Biokimia (1954), dan Ketua Departemen Biokimia.

19Menerima Hadiah Nobel

Pada tahun 1959, Ochoa dan Arthur Kornberg dianugerahi Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran "atas penemuan mekanisme mereka dalam sintesis biologis asam ribonukleat dan asam deoksiribonukleat".

20Medali Sains Nasional AS

Ochoa menerima Medali Sains Nasional AS pada tahun 1978.

21Otoritas kebijakan sains Spanyol

Ochoa melanjutkan penelitian tentang sintesis protein dan replikasi virus RNA hingga tahun 1985, ketika ia kembali ke Spanyol dan memberikan saran kepada otoritas kebijakan sains Spanyol.

22Kematian Ochoa

Severo Ochoa meninggal di Madrid, Spanyol pada 1 November 1993.