Konferensi Jenewa 1987
Konferensi ketujuh diadakan di Jenewa, Swiss dari 8 Juli hingga 3 Agustus 1987.
Konferensi ketujuh diadakan di Jenewa, Swiss dari 8 Juli hingga 3 Agustus 1987.
Pada 20 Juli, Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi 598 yang disponsori AS, yang menyerukan diakhirinya pertempuran dan kembalinya ke perbatasan pra-perang. Resolusi ini dicatat oleh Iran sebagai resolusi pertama yang menyerukan kembalinya ke perbatasan pra-perang, dan membentuk komisi untuk menentukan agresor dan kompensasi.
Serangan terhadap kapal tanker minyak terus berlanjut. Baik Iran maupun Irak sering melakukan serangan selama empat bulan pertama tahun itu. Iran secara efektif mengobarkan perang gerilya angkatan laut dengan kapal cepat IRGC, sementara Irak menyerang dengan pesawatnya. Pada tahun 1987, Kuwait meminta untuk mengganti bendera kapal tankernya menjadi bendera AS. Mereka melakukannya pada bulan Maret, dan Angkatan Laut AS memulai Operasi Earnest Will untuk mengawal kapal-kapal tanker tersebut. Hasil dari Earnest Will adalah bahwa sementara kapal tanker minyak yang mengangkut minyak Irak/Kuwait dilindungi, kapal tanker Iran dan kapal tanker netral yang mengirim ke Iran tidak akan terlindungi, yang mengakibatkan kerugian bagi Iran dan merusak perdagangannya dengan negara asing, sehingga semakin merusak ekonomi Iran.
Konferensi ketujuh diadakan di Jenewa, Swiss dari 8 Juli hingga 3 Agustus 1987.
Pada 20 Juli, Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi 598 yang disponsori AS, yang menyerukan diakhirinya pertempuran dan kembalinya ke perbatasan pra-perang. Resolusi ini dicatat oleh Iran sebagai resolusi pertama yang menyerukan kembalinya ke perbatasan pra-perang, dan membentuk komisi untuk menentukan agresor dan kompensasi.
Serangan terhadap kapal tanker minyak terus berlanjut. Baik Iran maupun Irak sering melakukan serangan selama empat bulan pertama tahun itu. Iran secara efektif mengobarkan perang gerilya angkatan laut dengan kapal cepat IRGC, sementara Irak menyerang dengan pesawatnya. Pada tahun 1987, Kuwait meminta untuk mengganti bendera kapal tankernya menjadi bendera AS. Mereka melakukannya pada bulan Maret, dan Angkatan Laut AS memulai Operasi Earnest Will untuk mengawal kapal-kapal tanker tersebut. Hasil dari Earnest Will adalah bahwa sementara kapal tanker minyak yang mengangkut minyak Irak/Kuwait dilindungi, kapal tanker Iran dan kapal tanker netral yang mengirim ke Iran tidak akan terlindungi, yang mengakibatkan kerugian bagi Iran dan merusak perdagangannya dengan negara asing, sehingga semakin merusak ekonomi Iran.